Rabu, 06 Februari 2019

How to deal with reading IELTS questions table or sentence completion


Table completion 
  1. Task: Completing the table using the correct word from the passage
  2. Skill: 
  • Locating specific information in the passage
  • Choosing appropriate words
  • Understanding details
  1. Tips:
  • Read the column headings in the table
  • Identify the type of word needed for each part of the table
  • Scan the passage for information
  • Answer are usually located in a specific part of the passage
  • Check how many words you can use for answer

Sentence Completion Questions

  1. Task: Completing by filling in the gap with words from the passage
  2. Skills:
  • Scanning for specific information
  • Selecting appropriate words
  • Understanding information in the gap
  1. Tips: 
  • Identify the type of the word needed for each gap (noun/verb/adjective)
  • Locate the information in the passage in order to choose the right word
  • The sentence must be grammatically correct which can help you in choosing the right word for the gap
  • Check how many words can be used for each answer
  • Answer usually come in order



#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Kamis, 31 Januari 2019

Reading Tips for IELTS

Yes No Not Given Question Tips and Strategy

Task : Decide if the information or writer's opinion in the question statements can be found in the passage

Skills : 
  • Indentifying specific information in the passage
  • Understanding the opinions of the the writer (Y/N/NG questions
Tips : 
  • Understanding the meaning of the answer
  • Paraphrase the statement before trying to locate the answer 
  • Answer cone in order


Diagram Completion Tips 

Task : Labeling a diagram

Skills : 
  • Locating specific information in the passage
  • Relating the information to the diagram
  • Choosing appropriate words

Tips :
  • Identify the type of word needed for the answer (noun/verb/etc)
  • Find the information on the passage
  • The information on the passage
  • The information is usually located in one specific paragraph or two in the passage
  • Check how many words you can use for answer
  • Answer do not always come in order




#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Jumat, 18 Januari 2019

PENILAIAN SPEAKING IELTS BAND 7+

PENILAIAN SPEAKING IELTS BAND 7+

Ini dia grammar yang bisa teman-teman tambahkan dalam IETLS SPEAKING.

  1. Paraphrasing the questions
Jawab pertanyaan dengan paraphrasing the question untuk menghindari repetitive dan memperbanyak lexical resource kita harus menjawab pertanyaan in different way. 
for example: Tell me what is your hobby?
Instead of saying
My hobby is watching movie, I used to go to the cinema every once a week with my friend.
You can say:
In the free time I use to watch the movie with my friend every one a week.

  1. If Clause
If Clause Type I
if + Simple Present, will-Future
Type I indicates what will happen, provided that a certain situation is given.
Example:
If people use the technology to communicate, they will find immediate response it's quite different compares with 10 decades when people only use letter as their media to communicate.


If Clause Type II
if + Simple Past, would + infinitive
Type II indicates what could happen if a present situation were different.
Example:
If the government had more roads, the rural inhabitants would commute to work efficiently.

If Clause Type III
if + Past Perfect, would + have + past participle
Type III indicates what could have happened in the past if a situation had been different then.
Example:
If you had read the paper, you would have seen the advertisement.

  1. Generic Idioms
This is some of the idioms for time & friends
  • Killing the time 
  • Make time
  • Wasting time
  • Cement relationship
  • Casual acquaintance
  • Mutual friend

  1. Hedges
  • more likely
  • less likely
  • tend to
  • it seems
  • are bounce to


#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Selasa, 15 Januari 2019

5 Grammars to boost our writing score in IELTS

Ini dia GRAMMAR ADVANCE untuk IELTS 7+

Learning advanced English grammar? Here are four useful skills to take your writing one step further.

  1. Gunakan "Whether"
For example:
I am considering between to get a job or to go to university 
You can change into : 
  • I am considering whether to get a job or go to university
  • I am considering whether to get a job instead of going to university

  1. If Clause
  • Type 1 V1 = will  (pasti terjadi)
  • Type 2 V2 = would (tidak akan terjadi)

Example :
Type 1  (using V1)
In the future I think more people will do their shopping online. However, if the internet shopping becomes more popular, many traditional shops will lose customers. 

Type 2 (using V2)
In my opinion, government should invest more money in public transport. If rail and bus services were more reliable, fewer people would need to drive. 

  1. Gunakan Passive with "will be" and "being"
Example:
  • There is a danger that this will be misunderstood = There is a danger of this being misunderstood

  1. Penggunaan V-Ing instead of (that,who, which)
  • The book that left behind on the desk = The book being left behind on the desk
  • Someone that answering the phone is my mother = Someone answering the phone is my mother

  1. Nominalisation (merubah verb or other word into a noun)
  • The government built more roads in Papua
we can change into
  • More roads in Papua are built by government
or,
  • The development of more roads in Papua in Jokowi's program

We can use 5 grammars above to boost our writing IELTS band.



#englishstudio #englishstudioindonesia #englishstudiopare #ieltspare #ieltsenglishstudio #beasiswaieltspare #kampunginggrispare #kampunginggris #ieltskampunginggris

Minggu, 03 April 2016

Pengalaman Sholat di Luar Negeri

Bersyukurlah kalau sampai saat ini kita masih dengan mudah menemukan masjid, masih bisa mendengarkan adzan berkumandang, bisa solat dengan tenang tanpa khawatir. Kenapa harus bersyukur? Karena dibelahan bumi lain tak pernah mendengarkan adzan, sulit menemukan masjid bahkan harus khawatir setiap kali sedang solat. 

Pengalaman gue jadi minoritas di eropa tepatnya di negaranya Adolf Hitler yaitu Jerman terasa banget mau solat susah. Awal-awal dijerman gue sempet bingung soal jadwal solat. Jadi rencannya gue mau jamak solat zuhur dan ashar gue solat saat udah sampe dihotel karna masih jam 4 juga masih keburu, pikir gue. Lalu sampailah di hotel gue leyeh-leyeh bentar trus langsung mandi dan wudhu. 

Tapi pas gue liat keluar kok udah gelap ini kan masih 4.30 mungkin mau ujan. Tapi kok ga mendung. Lalu saat gue mau cek jadwal solat di hp gue panik karna udah masuk waktu magrib masih setengah 5 kok udah magrib sedangkan gue belum solat jamak zuhur dan ashar. Ah paling aplikasinya salah. Lalu gue pastiin dengan nanya temen gue yang kuliah di Jerman. Gue tanyalah ke doi. Ju, minta jadwal solat dijerman dong. Lalu dia nanya dijermannya di kota apa karna setiap kota beda jadwal solat. Gue bilang gue lagi di Frankfurt. Lalu dia langsung ngirimin jadwal solat waktu Frankfurt. Panik bukan main karna bener magrib disini jam 4 lewat. BAYANGIN MAGRIB JAM 4!!!! di Indonesia jam segitu masih ashar, lah dijerman udah magrib, pantes daritadi gelap banget ternyata efek lagi Autumn juga jadinya matahari tenggelamnya lebih cepet. Gue nyesel banget ninggalin solat padahal Allah udah kasih gue nikmat bukan main hebatnya sampe gue bisa menginjakan kaki di jerman. 

Ternyata gue baru tau susahnya jadi minoritas. Susahnya solat dinegara yang bukan mayoritas islam. Selama di jerman gue hanya mengandalkan aplikasi Ibadah dan Iman dari appstore untuk jadwal solat dan juga arah kiblat. Ga ada suara adzan berkumandang dimana-mana kyk di Indonesia masjid pun ga sebesar di Indo. Masjid disana rata-rata diruko sama mushola di Indo aja gedean mushola di indo. Sempet waktu lagi program gue nemu masjid dipinggir jalan lalu temen gue cowo ngecek ke dalem bentuknya bener-bener kyk ruko tapi ada gangnya gitu. Temen gue nanya ke salah seorang disekitar masjid situ klo kita mau solat disini. Tapi sayangnya orang itu gabisa bahasa inggris dan temen gue ngecek ke masjidnya ternyata dikunci gitu. Padahal gue udah seneng banget udah nemu masjid dengan kecewa kita balik dan solat dengan apa adanya. Kenapa apa adanya, kalo gue ga menemukan tempat buat solat jadi gue biasa solat dengan duduk entah dibangku restoran, bangku bus, atau bangku dimuseum. Gue pernah karna lagi ada program dimuseum jadi gue solat sambil duduk dibangku museum. Karena pakaian gue ga syari dan gabisa buat solat jadi gue harus pakai mukena lagi. Dan saat gue solat sambil duduk temen gue bilang kalau daritadi banyak yang ngeliatin gue. Mungkin orang-orang itu bingung ya gue lagi apa. 

Orangtua gue selalu bilang sesulit apapaun jangan pernah tinggalin solat "kak, klo gabisa sambil berdiri, ya sambil duduk klo duduk pun gabisa sambil tiduran, bahkan klo gabisa sambil tidur sekalipun kita boleh loh solat sambil jalan." Sama halnya dengan wudhu kalau ga ada air boleh tayamum. Allah udah kasih kemudahan demi kemudahan masa kita hambanya masih ninggalin dia, sebenernya kesulitan itu kita sendiri yang buat bukan Allah. Kita sendiri yang menciptakan kesulitan itu kita anggap itu sulit lalu kita tinggalin Allah.

Pernah Salah seorang temen gue bule nanya karna mungkin dia sering liat gue solat. Klo orang islam solatnya berapa kali. Lalu gue jawab 5x sehari. Dia kaget gitu karena menurut dia itu termasuk nominal yang banyak. Pernah juga gue lagi ada kelas tapi gue belum solat. Lalu gue izin ke toilet dan wudhu. Karna disana ga ada crane jadi gue angkat kaki gue dan wudhu di wastafel. Trus gue tanya ke mahasiswa sana ada prayer room atau engga dan ternyata ga ada. Eh yang bener aja kampus masa ga ada prayer room. Trus gue mikir gue solat dimana ga ada ruang kosong. Dan akhirnya gue solat di perpus. Gue lalu minta izin ke mahasiswa sana buat solat diperpus. 

Katanya silahkan kalau menurut kamu itu bersih silahkan saja. Mana gue lupa bawa hp dan sajadah yaAllah udahlah arah kiblat kali ini gue gabisa mengandalkan aplikasi terpaksa gue pilih arah kiblat pake hati. Dalem hati gue "Ya Allah sedih banget rasanya solat gitu aja gatau bersih apa engga, bismillah semoga kau menerima solatku." Setelah itu gue balik lagi ke kelas trus gue ambil hp dan karna penasaran lalu gue cek kiblat tadi bener apa engga dan Alhamdulillah ternyata bener kiblat pas gue solat tadi sesuai sama arah kiblat benernya. 

Berikut tips-tips menjalankan sholat di Negara yang penduduknya bukan Islam:
  1. Instal aplikasi digoogle play atau play store nama aplikasinya iman dan ibadah. Aplikasi itu sudah dilengkapi dengan kompas jadi kita bisa tau dimana arah kiblat sesuai dengan kota yang kita pilih. Kekurangannya aplikasi ini harus menggunakan jaringan internet jadi, pastikan handphone atau gadget kalian terkoneksi jaringan internet.
  2. Untuk wanita selalu bawa sarung tangan dan kaos kaki bersih sebagai pengganti mukena untuk menutupi kaki saat sholat.
  3. Bawa selalu botol kecil, botol ini memiliki dua fungsi. Pertama untuk istinja’ (cebok), karena biasanya model toiletnya adalah toilet kering, jadi yang ada hanya tissue. Kedua, bila kita wudhu di wastafel, untuk membasuk kaki kita bisa mengisi botol itu dengan air, lalu membasuh kakinya di dalam toilet.
  4. Bila sedang berada di pertokoan, ambil satu atau dua potong baju, lalu masuklah ke fitting room dan sholat lah disitu. Bila tidak ada pembatasnya tertutup hingga bawah, kalian bisa melakukan sholat sepeti biasa. Bila tidak tertutup sampai bawah kaliam bisa sholat sambil berdiri, Kalau ada tempat duduknya, maka bisa sholat sambil duduk.
  5. Bila sedang dalam perjalanan, sholatlah sambil duduk di dalam kendaraan atau di tempat mana saja yang tidak mengundang pandangan orang.
  6. Bila berada di taman yang cukup aman, sholatlah di taman.
  7. Bila berada di sebuah kampus, usahakan cari di internet tempat muslim community atau prayer room di kampus tersebut. Biasanya mereka menyediakan tempat sholat.
  8. Bila di kampus tidak ada Muslim community, cari tempat-tempat sepi dan bersih untuk melakukan sholat, seperti di deretan buku-buku di perpustakaan, kelas-kelas yang sedang tidak dipakai kuliah.
  9. Saat berada di transportasi umum seperti kereta kalian bisa sholat di tempat duduk, tanpa menggunakan mukena, yang penting semua aurat tertutup. 
  10. Yang penting jangan sholat di kerumunan orang kalo nggak mau mengundang perhatian. Lebih aman duduk di taman taman atau cari tempat sepi. 
Jika kita ingat Allah, maka Allah akan ingat kita.

Semoga bermanfaat ðŸ˜Š

Jerman dan Kenanganku

Baru kemarin rasanya mengurus surat dan undangan yang akan diberikan ke pejabat dan rektor untuk kegiatan pelepasan kami. 

Baru kemarin rasanya orang tua kami mengantarkan kami ke bandara dengan penuh semangat dan haru karena harus melepas anaknya selama 2 minggu

Baru kemarin rasanya kami tiba di jerman dengan penuh antusias, berjalan kaki tanpa peduli berat dan lelahnya membawa rasel juga menarik-narik koper.

Baru kemarin rasanya cemas bagaimana dihadapkan dengan orang baru, berbeda budaya, berbeda bahasa berbeda negara. 

Baru kemarin rasanya mengeluh akan lelahnya berjalan kaki menyusuri kota, mengikuti jadwal yang telah ditentukan, mengunjungi museum, situs wisata hingga antusias datang ke orkestra namun mengeluh mengantuk karena instrumen yang dinyayikan begitu melow.

Baru kemarin rasanya menghemat euro dengan memasak super bubur dan makan nasi dengan lauk sekedarnya. 

Baru kemarin rasanya bosan menikmati sarapan hanya dengan makan roti, sandwich atau sereal setiap pagi. 

Baru kemarin rasanya tidur dihotel mewah dengan segala fasilitas yang disedikan tanpa harus membersihkan kamar saat berantakan. 

Baru kemarin rasanya cemas mencari tempat solat menunggu waktu azan, mencari cari masjid, menyempatkan solat di tengah-tengah negara bermayoritas agama non muslim. 

Baru kemarin rasanya kunjungan museum dengan teknologi serba canggih dan menarik, namun begitu mengantuk saat guide menjelaskan. 

Baru kemarin rasanya tanganku berasa kaku, ngilu kedinginan dengan cuaca autumn yang dingin munusuk namun mencoba bersahabat dengannya. 

Baru kemarin rasanya menikmati suhu 6 derajat celcius mengenakan pakaian serba tebal mengandalkan longjhon, coat dan gloves. 

Baru kemarin rasanya tour on boat dengan udara sejuk langit cerah dan tanpa polusi dan hiruk pikuk. 

Begitu sulit rasanya untuk sekedar membayangkan bahwa aku kan menginjakan kaki di Jerman, negara superior dengan budaya, bahasa dan agama yang berbeda. 

Terima kasih DAAD telah memberikan kesempatan untuk ku menginjakan kaki di benua Eropa di negara yang menjadi impianku, negara yang ku kagumi setelah menonton bols piala dunia 2010, negara yang hanya bisa kulihat digoogle, negara yang kutulisakan didinding kamarku.

Pengorbanan, air mata, usaha dan kerja kerasku selama ini akhirnya terbayar lunas. Sekarang rasanya seperti hampa ada kehilangan karena telah melewatkan momen yang begitu berharga namun bahagia karena akhirnya apa yang aku tuliskan berhasil aku wujudkan. 



"Saat kamu tak tau kapan kamu akan kembali lagi disitulah kamu merasakan rindu yang begitu dalam" 

Aku berjanji suatu hari nanti akan menginjakan kaki kembali di benua Eropa untuk mempelajari segala kemajuan dan menikmati pendidikan yang hebat bersama orang-orang yang baru, tentunya dengan aku yang lebih baik dari hari ini.



Beasiswa Study Visit & Seminar ke Jerman

Whoops! Finally sempet nulis juga nih. Setelah beberapa minggu berkutat dengan kegiatan di sana-sini, now I’m going to share about my experience attending study visit and seminar yang diselenggarakan oleh DAAD It was very great story! There we go!
Selama 9 bulan lamanya disibukkan dengan persiapan mengikuti Beasiswa Study Visit dan Seminar di Jerman. Persiapan yang sebenernya itu udah gue lakukan sejak tahun 2013 tepatnya kalau ga salah sekitar awal semester 4 dengan kelompok dan orang-orang yang berbeda.
Sebelum akhirnya gue menginjakan kaki di Eropa tepatnya di Jerman yang jadi negara impian gue dari dulu, gue sempet mengalami yang namanya kegagalan. It called as something usual, kan? Yang paling penting bagaimana cara kita menghadapi kegagalan dan bangkit dari itu.
Dari dulu emang gue suka banget sama yang namanya tulisan warna warni yang ada di mading. Kesukaan gue liat dan baca mading ini membawa gue pada informasi tentang pameran beasiswa di Eropa nama event nya EHEF (European Higher Education Fair) tepatnya di hotel sahid klo gue ga salah. Karna penasaran dan masih semangat maba masih memuncak maka gue samperin tuh acara. Haha lalu gue cari-cari informasi tentang summer course atau exchange ke jerman dan sampailah gue pada stand DAAD gue tanyalan tentang beasiswa summer course atau exchange tapi yang ada hanya program study visit dan seminar grup. Yaudahlah gpp yang penting gue bisa ke jerman pikir gue saat itu. Sesampainya di rumah gue browsing tentang pengalaman-pengalaman orang yang udah lolos beasiswa ini dengan bantuan mbah Google. Fortunately! Ada anak UNJ jurusan sejarah lolos beasiswa ini dan berangkat november 2012. Berbekal ke kepoan dan keberanian gue contact lah anak sejarah itu namanya Kak Febry, lalu gue nanya banyak banget ke dia, untung doi baik banget mau jawab semua pertanyaan gue yang cukup ngerepotin ini haha
Karena beasiswa study visit dan seminar dari DAAD ini adalah beasiswa kelompok jadi sebenernya susah-susah gampang ngejalaninnya. Kenapa gitu? Karena ga mudah ngegerakin banyak anggota, nyatuin banyak isi kepala banyak kemauan, banyak ego dll. Tapi trust me saat lo udah nyaman sama kelompok lo itu bakal jadi sesuatu yang gampang.
Pasti pada penasaran yaa apa ajasih yang diperluin untuk bisa ikut program beasiswa ini?
1. NIAT 
Pertama kalian yang mau ikut program beasiswa study visit dan seminar dari DAAD kalian harus punya NIAT sepenuh hati dan sungguh-sungguh bahwa kalian bersedia fokus dan siap repot dengan segala hal yang menyangkut beasiswa ini, selain itu kalian juga harus siap dengan segala ketidakmungkinan yang akan terjadi saat perjalanan kalian mengejar beasiswa ini.
2. KELOMPOK
Karena beasiswa ini adalah beasiswa group study visit maka dari itu yang harus disiapkan yaitu kelompok, minimal 10 orang dan maksimal 15 orang. Nah, kelompok ini harus terdiri dari jurusan yang sama dan pastinya universitas yang sama. Setelah kalian punya kelompok kalian harus memilih membuat jobdesc dari masing-masing anggota kelompok. Kalau gue dulu pembagian jobdescnya terdiri dari ketua, sekertaris, tim keuangan, tim eksternal, tim internal, dan tim acara.
3. DOSEN PEMBIMBING
Selanjutnya yang harus dipersiapkan yaitu satu dosen pembimbing. Nantinya dosen pembimbing ini yang akan mendampingi dan membimbing kita dari sebelum kegitan sampai setelah kegiatan.
4. Invitation Letter (IL)
Setelah ketiga poin diatas terpenuhi selanjutnya yaitu kalian harus mendapatkan Invitation Letter. Jadi apa sih invitation letter (IL)? jadi IL adalah penyataan yang menyatakan bahwa grup atau kelompok kita diterima untuk mengadiri diskusi atau seminar di kampus atau institusi yang ada di Jerman. Cara mendapatkan IL yaitu dengan menghubungi via email kampus atau institusi di Jerman lalu mengatur tema dan jadwal pertemuan itu dilakukan. Untuk lebih detailnya mungkin pembahasan tentang cara mndapatkan IL akan gue bahas di postingan selanjutnya.
Nah, For the further application requirements kalian bisa cek ke web DAAD disini atau download pdfnya disini 
Disini gue mau bahas kegagalan gue dulu. Kenapa kok gagal aja diceritain? Biar kegagalan ini ga perlu dialamin sama next delegation yang mau apply beasiswa study visit dan seminar DAAD ini. Jadi dulu gue dan kelompok gue pertama begitu excited banget mau ke Jerman seolah-olah kita udah lolos. Kita terlalu banyak ngayal dan terlalu terexpose mau ke jerman padahal belum lolos entahlah namanya mulut manusia ada aja yang nyebarin pdhal belum keterima juga dan ditambah minim great action. Jadi kelompok gue dulu terlalu mengandalkan dosen pembimbing gue tanpa punya smart action. Kita terlalu memikirkan bagaimana caranya cari dana daripada memikirkan bagaimana biar bisa apply beasiswa ini dan bagaimana konsep tema study visit dan seminar yang menarik. Konsep pun masih diawang-awang ditambah kelompok gue kebanyakan cewe jadi you knowlah rumpi rempong sis hha
Terlalu mengandalkan dosen ini membuat kita jadi ga mandiri mulai dari yang memilih universitas di jerman cari alamat univ dosen gue yang ngelakuin ditambah dosen gue itu super banget sibuknya. Beruntunglah disitu kita dapet yang namanya IL atau invitation letter dari 3 universitas di jerman. Setelah itu dosen gue dealing sama pihak univ di jerman buat janjian tanggal kegiatan dsb. Nah karena dari kelompok gue dulu ga punya konsep acara atau kegiatan yang jelas maka jadilah kita ga tau apa-apa dan lagi-lagi hanya mengandalkan dosen. Yang harusnya kita udah apply tapi karena schedule belum mateng ditambah tanggal belum bisa disepakati maka diundurlah niat untuk apply beasiswa ini. Ditambah dosen gue ada acara international conference dan doi yang jadi ketuanya maka mau ga mau di lepas dengan berat hati semua universitas di Jerman yang udah nerima kelompok gue hhuuu sedih sih emang tapi yaudahlah
seiring berjalannya waktu kelompok kita pun semakin berceceran semakin jauh dan menjauh semakin tak terdengar suaranya. Tapi masih ada beberapa dari temen gue yang nanya ke gue tapi karna dulu grup kita cuma di BBM dan eksistensi BBM udah terkalahkan dengan platform lain maka hilanglah isi orang-orang digrup sempet gue tanya gimana masih pada semangat ga but no response mungkin udah pada ganti pin atau emang udah pada males.
Lama ga ada kabar tiba-tiba ada seorang temen gue ngajak gue buat ikut AIESEC lalu gue bilanglah gue udah ada project DAAD ke Jerman sama temen sekelas gue tapi entahlah udah ga jelas masih jalan atau engga. Dengan semangat CR nanya ke gue ayo el jalanin lagi yuk gue ikut ya, katanya. Iya nanti gue tanya ketua nya dulu masih mau dilanjutin atau engga. Lalu gue hubungin ketua gue dan doi emang lagi sibuk bgt udah ga seexcited dulu lagi. Lalu gue izinlah buat ngelanjutin lagi beasiswa ini sama orang-orang yang baru. Dan its fine doi ga masalah. Maka terbentuklah kelompok baru.
Nah di kelompok yang baru ini anggotanya lebih heterogen karena hasil mixing dari 3 kelas dan gue akuin emang beda banget quality of teams kelmpok gue yg kedua ini lebih qualified selain udah ada beberapa yg pernah keluar negeri ditambah communication skill mereka jago-jogo. Selain itu setiap orang punya talent nya masing-masing di team. Jadi ga cuma nama kelompok dan anggota aja yang baru, dosen pembimbing strategi dan konsep tema pun totally beda.
Theeeeen akhirnya gue dan temen-temen gue keterima dan kita bisa menginjakan kaki di Jerman. Alhamdulillah.. 
At last yang paling penting selain menjaga semangat dan kekompakan tim jaga juga hati semoga selalu membumi.